Tongkang Batu Bara Hilang Kendali Tabrak 2 Pelabuhan, ASDP: Tali Penarik Tugboat Putus

KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah tongkang penuh dengan batu bara mendadak hilang kendali lalu menabrak dua pelabuhan di pinggiran Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.

Akibat insiden itu, dua pelabuhan di Sungai Musi itu mengalami kerusakan parah, namun dari informasi sementara tidak ditemukan adanya korban jiwa.

# Baca Juga :Empat Rumah Warga di Bantaran Sungai Alalak Banjarmasin Runtuh Diserempet Tongkang

# Baca Juga :Diduga Keracunan Gas di Mainhole Tongkang, Tiga Orang Korban Dievakuasi Tim Basarnas Banjarmasin dan Relawan Gabungan

# Baca Juga :Pasca-Tongkang Tabrak Rumah di Tapin, Pemprov Kalsel Lakukan Pemetaan Tambat Tongkang

# Baca Juga :Viral Video Detik-detik Tongkang Batubara Hancurkan Belasan Rumah di Desa Keladan Candi Laras Utara

Kejadian tongkang yang hanyut dan hilang kendari di Sungai Musi itupun sebelumnya sempat viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram@palembanginfo.

Dalam rekaman video tersebut, tongkang pembawa batu bara itu menghantam pelabuhan 7 Ulu dengan keras.

Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Dinas Perhubungan Kota Palembang, Niharmanzah, ketika dikonfirmasi mengatakan, tongkang batu bara sepanjang sekitar 91 meter itu telah merusak pelabuhan Kampung Kapitan dan 7 Ulu.

Mulanya, sekitar pukul 07.30 WIB, kapal tongkang tersebut ditarik oleh tugboat Asia Pacific. Namun, ketika melintas di depan pelabuhan Kampung Kapitan, tali penarik tugboat terputus sehingga membuat tongkang hilang kendali.

“Karena terbawa arus sungai, tongkang tersebut menabrak pelabuhan kampung kapitan, setelah itu baru pelabuhan 7 Ulu, jadi ada dua aset yang rusak,” kata Niharmanzah, Selasa (2/1/2024).

Menurut Nirhamanzah, pelabuhan Kampung Kapitan merupakan aset pemerintah kota Palembang. Sementara, pelabuhan 7 Ulu, saat ini masih milik Kementerian Perhubungan. Sebab, pelabuhan tersebut baru saja diresmikan pada 15 Juli 2023 lalu yang pembangunannya menelan dana APBN Rp 75 miliar.

“Yang 7 Ulu masih berproses (penyerahan) di BPTD Perhubungan, jadi untuk aset pemkot yang rusak hanya yang Pelabuhan Kapitan,” ujarnya.

News Feed