Bank Sampah di Masjid Al-Jihad Banjarmasin Diresmikan, Machli Riyadi: Beribadah Sambil Menabung

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Inisiasi pengelolaan Bank Sampah di Masjid Al-Jihad Banjarmasin akhirnya kini telah resmi diresmikan, Rabu (3/1/2024) siang.

Peresmian Bank Sampah ini diresmikan langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Machli Riyadi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarmasin Madyan, dan Pembina Masjid Al-Jihad Banjarmasin Taufiq.

# Baca Juga :Ternyata Ada 11 Orang Terpapar Virus Covid-19 di Banjarmasin, Ini Penjelasan Dinkes

# Baca Juga :Para Caleg Sayangkan Aksi Perusakan Spanduk APK oleh Pria Bermotor di Banjarmasin, Polisi: Belum Ada Laporan

# Baca Juga :Beredar Video Aksi Sekelompok Pria Bermotor di Banjarmasin, Tebaskan Sajam ke Spanduk Alat Peraga Kampanye

# Baca Juga :Ternyata Alat Peraga Kampanye yang Dirusak Sekelompok Pria di Banjarmasin Dilakukan Secara Acak

Machli Riyadi mengatakan, bahwa pihaknya sangat memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap inisiasi anak muda dalam memunculkan inovasi dan gagasan Bank Sampah tersebut.

“Kami berharap ini bisa menjadi tiger, buat para pengelola takmir bagi masjid yang lain dan barangkali bisa menjadi contoh di Kalsel,” ujarnya.

Menurutnya, mengelola bank sampah dengan konsep perbankan ini tentunya orang akan memilah sampah di rumahnya.

“Ini akan memudahkan masyarakat, jadi mereka akan bawa sampahnya ke masjid. Bisa juga sekalian beribadah ke masjid mereka menabung (bawa sampah), sampah dari rumah bisa dikelola dengan baik,” katanya.

Sehingga kata Machli, hal ini tidak sulit lagi bagi manajemen Bank Sampah disini untuk mensosialisasikan gerakannya untuk mencari nasabah.

“Karena kita tahu, di masjid al-jihad sudah punya jamaahnya, jadi tinggal mengajak para jamaah untuk datang ke masjid sekaligus membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah,” ujarnya.

Bahkan Machli menyebut, hal ini dapat membantu Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengelola sampah.

“Karena kita tahu sampah di Banjarmasin seharinya sampai 500 ton yang dihasilkan, jadi jika tidak dikelola bersama-sama dengan masyarakat untuk mengelola, karena jika hanya diserahkan kepada pemerintah maka ini tidak akan bisa selesai,” jelasnya.

“Oleh karena itu, kami ingin mendorong untuk menciptakan bank-bank sampah, termasuk para takmir masjid di Banjarmasin,” lanjut Machli Riyadi.

Sementara Pembina Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Taufik berharap dengan adanya Bank Sampah ini, kedepannya bisa merubah mindset kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap ini menjadi trending bahkan yang dibutuhkan. Mudah-mudahan ini menjadi komunitas, dan bukan menjadi beban, tetapi kebutuhan,” ucapnya.

Taufik menyebut mendukung penuh kegiatan ini, mengingat pula kata dia jamaah yang ada di masjid Al-Jihad ini tak sedikit jumlahnya.