Kembangkan Inovasi Budidaya Padi Apung, Kalsel Surplus Produksi Padi Tahun 2023

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Di tahun 2023, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil surplus produksi padi sebanyak 847,381 Gabah Kering Giling (GKG).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman melalui Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah menyampaikan pada tahun 2023, Kalimantan Selatan bisa kembali surplus padi.

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Selesaikan Pembangunan JDU dari Booster Kurau ke Riser Power Tabanio, Ini Tujuannya

# Baca Juga :Supaya Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di 2024, Pemprov Kalsel Fokus ke Program Prukades

# Baca Juga :Momen Hari Guru Nasional, Pemprov Kalsel Lantik DKKS serta Pengurus IPSM 2023-2028

# Baca Juga :Jaga Sungai Martapura Asri, Ini Komitmen Pemprov Kalsel dan PT Adaro Indonesia

“Pencapaian ini merupakan hal yang perlu kita banggakan, karena di tengah fenomena el nino yang terjadi di Indonesia, Kalsel masih bisa surplus padi,” tuturnya di Banjarbaru, Rabu (3/1/2024).

Pihaknya mengatakan kalau, dikonversikan pada tahun 2023, Kalsel bisa menghasilkan beras sebanyak 556,644.42 Ton yang mana ini lebih dari kebutuhan beras per tahunnya.

“Karena kebutuhan beras untuk masyarakat sekitar 400 ribu ton dengan total 4,3 juta jiwa per tahunnya. Artinya dengan jumlah yang ada, kita sudah bisa mencukupi,” terangnya.

Selain itu, untuk hasil panen padi di tahun 2023 mencapai 847,381 ton Gabah Kering Giling (GKG), ini tidak termasuk dari hasil panen dari padi apung yang sudah berjalan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batola, HSU dan HSS.

Oleh karena itu, dengan mengembangkan program inovasi budidaya padi apung, Kalsel pasti bisa terus meningkatkan jumlah produksi padi setiap tahunnya.

“Apalagi di Kalsel banyak memiliki lahan rawa, sehingga inovasi ini menjadi solusi jangka panjang di lahan pertanian,” ungkapnya.(diskominfomc.kalselprov.go.id)

editor : NMD