“Ketika ini menjadi keputusan, kebijakan, saya merasa punya kewajiban untuk mendukung. Dengan alasan untuk Indonesia masa depan, juga untuk kepentingan Kalimatantan, khususnya Kalimantan Selatan, terutama Tanah Bumbu. Apalagi Tanah Bumbu diputuskan menjadi penyangga, sekaligus pendorong IKN,” jelasnya.
Zairullah juga menyatakan siap bertanggung jawab dan menerima risiko apa pun atas penyataan sikapnya yang berbeda dengan PKB di Koalisi Perubahaan yang mengusung pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar atau pasangan AMIN.
BACA JUGA:
Debat Capres 2024 Pertama Berlangsung Panas, Anies Baswedan: Pak Prabowo Tak Tahan Jadi Oposisi
“Pasti ada risiko, tapi saya siap. Itulah dinamikanya. Saya punya kepribadian tidak boleh ragu-ragu, harus menjadi contoh dan pelajaran anak-anak muda masa depan. Mengambil keputusan terkadang kita harus berhadapan dengan risiko pahit, apa boleh buat. Saya berdoa IKN maju, Kalsel maju. Ini kesempatan terbaik,” katanya.
Zairullah menambahkan, posisi dirinya yang berbeda dengan partai memang menjadi pertanyaaan dan diskibusi dari banyak orang, terutama di PKB.
“Dalam konteks kepartaian mungkin saya salah, tetapi sebagai masyarakat Indonesia, masyarakat Kalsel saya memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi orang tua saya, sahabat saya, anak cucuk saya di Kalsel. Kapan lagi Kalsel maju. Ini adalah kesempatan,” tegasnya.
Zairullah optimistis bila jadi IKN, maka terjadi juga percepatan pembangunan seperti jalan tol dari Tanjung ke IKN dan pembanguna kereta api di Kalimantan seperti yang telah dibahas di Bappenas pasti terwujud.







