“Termasuk pembangunan bendungan di Tanah Bumbu senilai Rp 2,7 triliun jadi prioritas dan jika terealisasi bisa menghasilkan listrik 105 MW untuk menerangi Kalsel, Tanah Bumbu dan IKN. Itu alasan-alasannya,” ucapnya.
Ditanya apakah penyataan sikapnya memilih pasangan Prabowo-Gibran sudah disampaikan resmi ke DPP PKB?
BACA JUGA:
Anies Live TikTok Sambut Tahun Baru, Doakan Gempa Sumedang Tak Ada Jatuh Korban
“Saya buka bicara atas nama partai, saya bicara Kalsel dan spontanitas. Dan saya memang tidak mungkin bicara soal ini ke partai karena keputusan dan kebijakannya pasti berbeda, sehingga saya bicara ini di luar garis keputusan partai dan pasti ada risiko. Saya bertanggung jawab apa pun. Demi rakyat Kalsel saya siap berkorban,” kata Zairullah.
Bagaimana tanggapan DPW PKB setelah pernyataan Bapak mendukung Prabowo sudah tersebar luas?
“Saya disuruh segera menghadap ke pusat. InsyaAllah saya siap mempertanggungjawabkan apa pun keputusan partai, karena saya berpikir segalanya untuk Kalsel,” ujarnya.
Terkait kampanye koalisasi pendukung pasangan AMIN di Kalsel, khususnya PKB, lanjut Zairullah, dirinya sekarang tidak diposisikan dan tidak mendapat tempat lagi.
“Itu tidak idak masalah. Saya akan bicara di mana pun, kapan pun, tanpa harus menjadi jurkam. Prabowo harus jadi karena dia yang mendukung IKN. Dan saya pikir masyarakat Kalsel memahami dan sama visi kita untuk masa depan,” katanya.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : elpian







