Realisasi belanja yang dilakukan oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Banjarbaru, lanjut dia, sudah sesuai perencanaan dan terbukti dengan tingginya penyerapan anggaran.
“Realisasi belanja sudah sesuai perencanaan terbukti dari tingginya penyerapan anggaran dan proses pembayaran atas belanja di setiap SKPD juga sudah berjalan dengan baik,” jelasnya.
BACA JUGA:
Rakor Awal Tahun, Pemko Banjarbaru Susun Langkah Hadapi Haul Guru Sekumpul dan Pemilu 2024
Jainudin menyebut, selain DLH, satuan kerja lingkup kecamatan dan kelurahan juga berhasil menyerap anggaran cukup tinggi karena dana yang digunakan sebagai besar untuk belanja rutin dan pelayanan.
“Meski pun ada SKPD yang capaian penyerapan anggarannya paling rendah dibanding SKPD lain tetapi masih cukup baik karena mampu mencapai di atas 80 persen yang tergolong sudah baik,” ucapnya.
Dikatakan Jainudin, kendala yang dihadapi diantaranya sisi pelelangan setiap kegiatan yang menggunakan sistem elektronik katalog (E-Katalog) sehingga diperlukan penyesuaian dalam pelaksanaannya.
Dia menambahkan, penyerapan anggaran yang belum mencapai 100 persen itu dipastikan meninggalkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu (Silpa) yang diperkirakan mencapai Rp150 miliar.
Kalimantanlive.com/putri
editor: elpian







