Sekelumit Kisah Peristiwa Isra Miraj
Peristiwa Isra Miraj adalah peristiwa perjalanan malam dari Masjid Al Aqsa ke Sidratul Muntaha yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama dengan Malaikat Jibril. Peristiwa ini termasuk sebagai salah satu mukjizat Rasulullah SAW yang dikaruniakan kepadanya lantaran menjadi sebuah kemustahilan dilakukan oleh manusia saat ini.
“Isra Miraj bukan penerbangan biasa, antar negara, atau luar angkasa. Perjalanan Isra Miraj keluar dari dimensi ruang dan waktu yang biasa terjadi pada manusia,” kata Pakar Astronomis dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Thomas Djamaluddin dikutip dari laman blog pribadinya.
Isra adalah perjalanan menembus ruang hingga Rasulullah dapat menempuh jarak Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Al Aqsa di Palestina dalam waktu singkat. Sementara itu, Miraj adalah perjalanan menuju Sidratul Muntaha.
Salah satu kejadian penting yang terjadi selama Rasulullah SAW melakukan Isra Miraj adalah turunnya syariat salat lima waktu. Hal ini tertuang dalam Kitab Fadhail ash-Shahabah dalam hadits berikut,
هِيَ خَمْسٌ، وَهِيَ خَمْسُونَ، لاَ يُبَدَّلُ القَوْلُ لَدَيَّ”. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: رَاجِعْ رَبَّكَ. فَقُلْتُ: اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي
Artinya: “Lima waktu itu setara dengan lima puluh waktu. Tak akan lagi berubah keputusan-Ku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku kembali bertemu dengan Musa. Ia menyarankan, ‘Kembalilah menemui Rabbmu’. Kujawab, ‘Aku malu pada Rabbku’.” (HR Bukhari)
Berdasarkan hadits di atas juga diketahui bahwa mulanya perintah salat wajib berjumlah 50 rakaat. Namun, Rasulullah SAW beberapa kali menghadap Allah SWT untuk meminta keringanan setelah mendengar saran dari Nabi Musa AS yang ditemui beliau selama perjalanan Isra Miraj.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber







