Pria di Tabalong Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan dengan Mulut Berbusa, Tergeletak Depan Pintu

TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Warga Desa Masukau, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong geger, menyusul ditemukannya jasad seorang pria di sebuah rumah di desa tersebut, Selasa (9/1/2024) pagi.

Pria ini berinisial MKD (64) warga Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong diduga tewas dalam keadaan tergeletak di depan pintu dengan mulut mengeluarkan busa.

# Baca Juga :Polres Tabalong Jaga Ketat Proses Melipat Surat Suara Pemilu 2024, Tak Sembarang Orang Bisa Masuk

# Baca Juga :Tertangkap Basah Bawa Sabu 19,26 Gram, Seorang Pria Dibekuk Petugas Satresnarkoba Polres Tabalong

# Baca Juga :Bertemu Perwakilan Parpol, Kapolres Tabalong Tegaskan Tak Benar Polri Mendukung Salah Satu Pasangan Capres

# Baca Juga :Polres Tabalong Ringkus Empat Tersangka Pencuri Oli Tarfo Milik PLN, Potensi Kerugian Capai Rp 15 Miliar

“Jasad ini pertama kali ditemukan oleh tetangga korban berinisial ES (43),” ungkap Kapolres Tabalong, AKBP Anib Bastian melalui PS Kasi Humas Polres Tabalong, Ipda Joko Sutrisno kepada Kalimantanlive.com.

Ia mengatakan, saat itu ES berniat untuk menjenguk korban yang biasanya beraktifitas setiap pagi, namun hari itu korban tidak terlihat.

Korban yang akrab dipanggil ES dengan sapaan Mbah ini beberapakali dipanggil dan tidak ada balasan, sehingga ES pun mencoba melihat ke dalam rumah melalui jendela kamar.

“Dan saat itu melihat kondisi korban dalam keadaan tergeletak di depan pintu dengan mulut mengeluarkan busa,” katanya.

Kemudian ES memberitahu warga sekitar dan mulai berdatangan ke lokasi. Kebetulan saat itu melintas seorang bidan desa untuk diminta memeriksa keadaan korban.

Usai diperiksa bidan desa, berdasarkan keterangannya bahwa korban sudah meninggal dunia.

Warga setempat pun memberitahukan kejadian tersebut ke pihak Polsek Murung Pudak dan dibawa ke RSUD H Badaruddin Kasim.

“Menurut keterangan saksi, korban Hidup sendirian di rumah kontrakan tersebut sekitar 1 bulan, dan terlihat oleh saksi pada Senin (08/01/2024) sore sekitar pukul 18.00 Wita,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, dari keterangan anak korban sendiri yang biasanya mengantarkan makanan, selama dua hari terakhir tidak pernah mengantar makanan lagi.

Hal demikian dikarenakan makanan yang diantar tidak pernah dimakan namun dibuang oleh korban.

“Korban selama ini tidak memiliki penyakit serius dan hanya keluhan sakit asam urat,” ujar Joko.

Ditambahkan Joko, hasil pemeriksaan luar pihak medis RSUD Badarudin Kasim bahwa korban datang sudah dalam keadaan tidak bernyawa.