Kecelakaan Maut di Kayu Tangi Banjarmasin Versi Suhut, “Korban Tewas yang Duduk di Tengah”

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Hasan Basri, tepatnya dekat Jembatan Kayu Tangi, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin hingga menewaskan satu orang pengendara, Selasa (9/1/2024) sore.

Informasi dihimpun, korban tewas bernama Aspian, warga Jalan Cendana 2G, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.

# Baca Juga :Kecelakaan Maut di Jalan Brigjen Hasan Basry Banjarmasin, Pengendara Motor Tewas di TKP

# Baca Juga :Fakta-fakta Kecelakaan Maut di Exit Tol Bawen, dari Truk Rem Blong hingga Tewaskan 4 Orang

# Baca Juga :Kecelakaan Maut di Lingkar Selatan, Truk Bertabrakan dengan Motor Ditumpangi Satu Kaluarga

# Baca Juga :Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin, Ternyata Ini Penyebabnya!

Tak hanya Aspian, dalam peristiwa itu dua orang korban lain yang juga turut mengalami luka-luka, yakni Obeh, warga Komplek Saka Bandana, kelurahan Sungai Miai, dan Hanafi, warga Jalan Antasan Kecil Barat, Kelurahan Pasar Lama, mengalami luka-luka.

Menurut saksi mata Suhut (55), pertama kali dirinya melihat sebuah kendaraan sedang melacu kencang dari arah Jembatan Alalak menuju ke arah dalam kota.

“Saya lagi duduk, tiba-tiba saya lihat dari jauh ada kendaraan yang oleng jalannya, dan kecepatannya cukup tinggi,” ucap pria yang berprofesi sebagai tukang tambal ban di lokasi kejadian.

Menurutnya, dalam kejadian tersebut, kendaraan dibonceng oleh tiga orang. Dan saat di lokasi kejadian, ia melihat tiba-tiba kendaraan tersebut menabrak patok atau tiang benton pembatas jalan.

“Tadi ada 1 orang yang meninggal itu penumpang yang di tengah, kemungkinan kepalanya terhempat ke tiang batu itu, karena di tiang itu masih ada rambutnya,” katanya.

“Untuk yang dipaling belakang itu, mengalami patah tangan, sementara untuk yang sopirnya itu langsung kabur dari lokasi kejadian,” tambahnya.

Ia menyebut, dalam kejadian tersebut, seperti motor yang digunakan oleh tiga korban tidak ada kontak fisik dengan kendaraan lainnya. Sehingga ia menganggap kecelakaan ini adalah laka tunggal.

“Mereka kecelakaan sendiri, dan saat itu kondisi jalan juga tidak terlalu ramai,” jelas Suhut.

Tak lama setelah itu, tim relawan emergency datang ke lokasi dan memberi pertolongan kepada korban lain yang mengalami luka-luka, dan selanjutnya dievakuasi ke IGD RS Ansari Saleh, untuk diberikan pertolongan.

Sementara untuk korban yang meninggal dunia, kini telah dievakuasi ke Ruang Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Ulin.(Kalimantanlive.com/Ilham)

Editor : NMD