Lisa Rumbewas Meninggal karena Neurologis, Ayo Kita Mengenal Epilepsi Sebelum Terlambat

KALIMANTANLIVE.COM – Lifter legendaris Indonesia, Lisa Raema Rumbewas atau Lisa Rumbewas, meninggal dunia pada Minggu (14/1/2024). Sebelum meninggal dunia, Lisa Rumbewas sempat mengidap penyakit epilepsi.

Lisa Rumbewas merupakan lifter peraih tiga medali Olimpiade asal Papua meninggal dunia di RSUD Jayapura, Papua, Minggu (14/1/2024) pukul 03.00 WIT.

Atlet kelahiran 10 September 1980 itu merupakan anak dari Levi Rumbewas, binaragawan terbaik Indonesia dan Ida Korwa, lifter putri Indonesia. Keluarga ini pun dikenal sebagai keluarga atlet sekaligus perintis angkat besi di Bumi Cendrawasih.

# Baca Juga :Boyong 9 Emas, Kalsel Juara Umum Kedua Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior di Surabaya

# Baca Juga :PABSI Kalsel Usulkan Cabor Angkat Besi Resmi di POMNAS 2023

# Baca Juga :Mudjianto Target Anak Didiknya Raih 6 Medali Emas Angkat Besi di Porprov 2022 di Kandangan HSS

# Baca Juga :Eko Yuli Irawan Persembahkan Medali Perak di Olimpiade Tokyo di Cabang Angkat Besi

Selain itu, Lisa juga dikenal sebagai salah satu lifter yang konsisten mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Berdasarkan informasi dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Lisa Rumbewas meninggal karena epilepsi. Penyakit dia kambuh pada 6 Januari 2024. Adamina Korwa, ibunda Lisa, menuturkan bahwa putrinya tersebut memang memiliki riwayat penyakit epilepsi.

Lalu apa itu epilepsi?

Epilepsi adalah masalah kesehatan akibat adanya gangguan sistem saraf pusat (neurologis).

Epilepsi juga dikenal dengan sebutan ayan yang memiliki ciri khas berupa kejang kambuhan.

Epilepsi bisa dialami setiap orang. Namun, masalah kesehatan ini jamak terjadi pada anak-anak atau lansia di atas 60 tahun.

Untuk mengetahui lebih lanjut soal riwayat penyakit Lisa Rumbewas ini, simak penjelasan mengenai gejala epilepsi dan penyebabnya berikut.

Apa gejala epilepsi?

Kejang berulang merupakan gejala epilepsi yang umum. Karakteristik kejang bervariasi dan bergantung pada bagian otak yang terganggu pertama kali.

Gejalan epilepsi Dilansir Selain Kejang dari Mayo Clinic:

Kebingungan sesaat
Mata menatap atau terbuka tapi tatapan tampak kosong
Gerakan menyentak lengan dan kaki yang tak terkendali
Kehilangan kesadaran
Gejala psikologis, seperti merasa takut dan cemas
Tubuh gemetaran atau berkedut
Penderita kehilangan kontrol kandung kemih sehingga mengompol
Tindakan menggigit lidah.
Kesulitan bernapas hingga tubuh tampak membiru
Demam tinggi
Kelelahan akibat panas.
Seseorang yang mengalami gejala epilepsi perlu segera mendapat pertolongan medis yang tepat.

Apa penyebab epilepsi?

Dikutip dari Yankes Kemkes, penyebab epilepsi bisa karena faktor genetik atau riwayat kesehatan yang dialami keluarga.

Epilepsi yang mungkin terjadi karena faktor genetik disebut dengan epilepsi idiopatik atau epilepsi primer.

Selain dari riwayat keluarga, ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menjadi penyebab epilepsi.

Epilepsi yang disebabkan oleh kondisi kesehatan atau penyakit tertentu disebut dengan epilepsi simptomatik.