BATULICIN, Kalimantanlive.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) telah mengumumkan strategi terbaru dalam upaya mengatasi fluktuasi inflasi tahun 2024.
Kabar ini diungkapkan saat Pemkab Tanbu mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 secara virtual, pada Senin (15/01/2023).
BACA JUGA: Tertibkan Masalah Akta Kematian, Disdukpencapil Tanah Bumbu Datangi Rumah-rumah Warga
BACA JUGA: DP3AP2KB Gelar Koordinasi TPPS Tanah Bumbu Bersama Mitra Kerja dan CSR
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Pemkab Tanbu, termasuk Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais, serta SKPD terkait lainnya. Irjen Kemendagri Tomsi Tohir membuka Rakor Pengendalian Inflasi Daerah dan menekankan fokus pada kenaikan harga dan langkah-langkah antisipatif.
Dalam tinjauan inflasi dan indeks perkembangan harga (IPH) minggu ke-2 Januari 2024, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik, Dr. Windhiarso Putranto, menyampaikan data bahwa secara nasional, Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan IPH turun sebesar 9 persen poin. Wilayah dengan penurunan terbesar adalah Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan Luar Pulau Jawa dan Sumatera.
Cabai rawit menjadi sorotan karena fluktuasi harganya yang signifikan di 156 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Namun, sebanyak 17 Kabupaten/Kota tidak mengalami fluktuasi harga pada 20 komoditas pangan yang dipantau hingga minggu ke-2 Januari 2024.
Direktur Pertimbangan Hukum, Sila H Pulungan, menyampaikan hasil identifikasi penyebab inflasi selama tahun 2023, termasuk emas perhiasan, rokok kretek, transportasi udara, antisipasi pasokan menjelang hari raya keagamaan, dan komoditas pangan.







