PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) membuat heboh di daerah ini.
Karena itu secara cepat foto-foto dan video terkait insiden itu langsung menyebar di grup-grup watshaap (WA) tak lama pasca terungkapnya kasus itu pada Jumat (19/1/2024) pagi kemarin.
# Baca Juga :Sebuah Mobil Pikap Hangus Dibakar, Diduga Terjadi Pencurian Buah Sawit di Desa Tampang Tanah Laut
# Baca Juga :Usai Kantor NasDem Tanah Laut Jadi Sekber AMIN, Simpatisan Optimis Raih Dukungan Besar
# Baca Juga :Kendalikan Inflasi, Pemkab Tanah Laut Gelar Pasar Murah UKM, Begini Respon Masyarakat
# Baca Juga :Pj Bupati Tegaskan Tanah Laut Bebas Miras dan Narkoba Lima Tahun Mendatang
Kapolres Tala, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny melalui Kapolsek Pelaihari, Ipda Benny Wishnu Wardhany, Sabtu (20/1/2024) menerangkan pencurian buah sawit itu terungkap sekitar pukul 08.30 Wita pada Jumat kemarin.
Pelaku membawa mobil bak terbuka yaitu Suzuki Carry dengan nomor polisi (nopol) DA 9390 TZ. Mobil angkutan barang ini berwarna hitam.
Benny menerangkan pencurian buah sawit di Desa Tampang tersebut dipergoki oleh pemilik kebun bernama Arpan, warga RT 03 Desa Tampang.
Dikatakannya, pelaku mengambil buah sawit tersebut tanpa izin dari pemilik. Pelaku memanen buah sawit dengan cara didodos dan dimasukan ke Carry Pickup.
Sebanyak 1,5 ton TBS sawit yang telah didodos oleh pelaku dan telah dimasukkan ke dalam bak pickap yang dibawa ke kebun tersebut.
“Saat pelaku hendak membawa kabur buah sawit itu, pemilik sawit atau pelapor datang, pelaku langsung kabur serta meninggalkan mobil pickup yang bermuatan buah sawit sebnyak 1,5 ton,” papar Benny.
Melihat kejadian itu, lanjut Benny, pemilik lahan meninggalkan kebun tersebut guna memberitahukan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat .
Berikutnya, melalui sambungan telepon selular perangkat Desa Tampang melaporkan kejadian pencurian buah sawit itu kepada anggota Polsek Pelaihari.
Saat itu juga setelah mendapat laporan, anggota Polsek Pelaihari langsung meluncur ke lapangan guna mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Anggota didampingi beberapa orang warga.
Ketika anggotanya dan warga tiba di lokasi kejadian, sebut Benny, mobil pickup tersebut telah dalam kondisi hangus terbakar.
Pada foto dan video yang beredar di sosmed, tampak seorang polisi berdiri dekat mobil pikap itu dan terlihat masih ada kobaran api di bagian ban.
Akibat peristiwa tersebut, pemilik kebun mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 juta. Secara resmi korban juga telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Pelaihari untuk proses lebih lanjut.







