Direktur Operasional Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan bentuk kerja sama lain adalah mempersiapkan pihak Telkom University untuk menjadikan crypto sebagai mata kuliah atau hal-hal lain yang nyata.
Menjadikan crypto sebagai mata kuliah menjadi hal strategis, terlebih saat ini bisnis investasi aset crypto di Indonesia memiliki peminat yang banyak walaupun dari sisi edukasi masih belum memahami pola bisnis jenis ini secara menyeluruh.
“Pertumbuhan bisnis crypto ini cukup tinggi. Dilihat dari transaksi penjualan selama 2021 yang mencapai Rp900 triliun. Namun masih dibutuhkan edukasi yang menyeluruh,” ujar Teguh.
Pelaku bisnis aset crypto juga dalam satu tahun terakhir mengalami pengingkatan, bahkan jumlahnya pada tahun lalu mencapai 10 juta orang dengan rata-rata usia antara 18-35 tahun.
Artinya kedepan, bisnis aset crypto akan semakin meningkat dan bisa menjadi bisnis andalan, sehingga membutuhkan ilmu pengelolaan bisnis yang mumpuni agar orang bisa lebih sukses.
Kerja sama untuk menjadikan crypto sebagai edukasi bagi perguruan tinggi juga pernah dilakukan dengan beberapa perguruan tinggi. Seperti Amikom Yogyakarta juga beberapa perguruan tinggi lainnya di Bandung dan daerah lain.










