BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi hadir secara langsung memantau proses evakuasi tewasnya seorang penjaga malam Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Banjarmasin akibat tertimpa reruntuhan beton di Jalan Kampung Melayu, tepatnya di lingkungan sekolah, Jumat (19/01/24) malam.
Terkait ambruknya bangunan lama SMPN 6 Banjarmasin tersebut, Kadisdik menyebut, bahwa bangunan itu merupakan bangunan yang sudah tidak terpakai dan saat ini dalam tahap renovasi (pembongkaran).
# Baca Juga :Bekerja saat Hujan, Seorang Pekerja di Kampung Melayu Banjarmasin Tertimpa Bangunan, Begini Kondisinya
# Baca Juga :Info Cuaca 33 Kota di Tanah Air Sabtu 20 Januari 2024, BMKG: Banjarmasin & Palangkaraya Hujan
# Baca Juga :Dapat Keluhan Soal Bikin SIM Jauh di Banjarbaru, Kapolresta Berjanji Kembalikan ke Banjarmasin
# Baca Juga :Satpol Airud, Dinas PUPR dan Relawan Bersihkan Eceng Gondok di Sungai Martapura Banjarmasin
“Malam ini kita terjadi musibah, ada runtuh salah satu penyangga di bekas bangunan ini. Yang menjadi korban informasinya adalah jaga malam, sehingga ini jadi keprihatinan kita,” ucapnya kepada awak media di lokasi.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa korban bukan pekerja bangunan melainkan berprofesi sebagai jaga malam lingkungan sekolah.
“Menurut informasi adalah penjaga malam,” jelasnya.
Sementara untuk kedepannya, Nuryadi pun meminta kepada pihak sekolah untuk bisa memberikan pagar disekitar bangunan lama itu agar menghindari munculnya korban lagi.
“Kita juga khawatir apalagi anak-anak kita bisa main kesana juga. Bisa saja menjadi isu, karena mereka ingin tahu,” katanya.
“Jadi saya minta di bangunan ini untuk di pagar sementara waktu, agar anak-anak tidak masuk. Terlebih kalau untuk renovasi nantinya kita lihat lagi,” lanjut Nuryadi.
Di samping itu, ujar Kordinator Lapangan BPBD Kota Bajarmasin Akhdiat Yosida menyebut, proses evakuasi terhadap korban memakan waktu kurang lebih satu jam.
“Saya dievakuasi, ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Setelah kita membongkar bangunan itu, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi tertelungkup,” katanya.
Ia menyebut, kendalan di lokasi saat evakuasi ini adalah reruntuhan bangunan beton yang tebal yang diduga memiliki berat ratusan kilo.
“Tadi kita sempat ada keraguan untuk mengevakuasi korban. Setelah kita cek, ada rongga untuk mengevakuasi, lalu kita kodam (palu besar),” jelas Yosida.







