BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Selatan menggelar acara “Promosi dan Diseminasi Indikasi Geografis Kalimantan Selatan Tahun 2024” di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Senin (22/1/2024).
Kegiatan ini tak lain merupakan tanda pembuka Tahun 2024 sebagai Tahun Indikasi Geografis yang telah dicanangkan oleh Menkumham. Dengan mengangkat tema “Mengembangkan Pesona Kalimantan Selatan melalui Perlindungan Indikasi Geografis”.
# Baca Juga :Ingin Kerja Bersih dan Profesional di 2024, Kanwil Kemenkumham Kalsel Berkomimen Lakukan Ini
# Baca Juga :Kemenkumham Kalsel Luncurkan EPLIn, Perjanjian Kerja Sama dan Penghargaan Tandai Langkah Keterbukaan Pelayanan Publik
# Baca Juga :Bupati Kotabaru Dianugerahi Penghargaan Kemenkumham Kalsel atas Dukungan Program Kepedulian Terhadap Warga Binaan
# Baca Juga :Raih Penghargaan Kemenkumham RI, Dekranasda Banjarbaru Komitmen Jaga Kekayaan Intelektual
Kegiatan dihadiri langsung Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Dr. Sucipto, Gubernur Kalsel diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Sulkan, Kakanwil Kemenkumham Kalsel Faisol Ali, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalsel, serta Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Kalsel.
Dalam sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Sucipto memberikan paparan terkait dengan Pengembangan Indikasi Geografis di Indonesia.
Ia berharap indikasi geografis dapat berkontribusi pada peningkatan pemasaran produk-produk wilayah sehingga masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Ini perlu dilindungi dan perlu promosi. Caranya tinggal didaftarkan, semuanya bisa mulai dari desa hingga dari kota. Tujuannya agar masyarakat tahu,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Faisol Ali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata pihaknya dalam mendorong pertumbuhan kekayaan intelektual, terutama dalam melindungi kebudayaan dan nilai luhur dari produk khas Kalimantan Selatan.
“Kita rencana tahun 2024 kita targetkan Indikasi Geografis. Dimana ini adalah kolaborasi antara pemerintah daerah dan universitas, karena bentuknya komunal, miliknya pemerintah daerah,” kata Faisol.
Ia menyebut, kegiatan ini diselenggarakan sebagai pembelajaran bagi UMKM dan bagaimana manfaatnya.
“Sampai hari ini kita dorong ada 2, ada sasirangan dan gula aren. Dan saat ini masih ada 23 potensi yang kawal dengan harapan sudah di catat, contohnya seperti Bakantan, Pasar Terapung itu punya siapa,” ujarnya.
“Paling tidak meningkatkan produk dunia di masyarakat Kalsel,” lanjutnya.
Di samping itu, Gubernur Kalsel diwakili Staf Ahli bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemerintah, Sulkan turut mengajak seluruh masyarakat dan staf pemerintah daerah untuk aktif berkontribusi dalam menggali potensi wilayah, berkreasi, berkarya, berinovasi, dan terlibat penuh dalam perlindungan kekayaan intelektual.
“Paling tidak setiap Kabupaten/Kota di Kalsel minimal mendaftar satu Indikasi Geografis di wilayahnya masing-masing, karena dengan ini akan memberikan kemanfaatan yang luas bagi daerah dan pengaruh pada pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Pada kesempatan ini juga dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman tentang Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pembentukan Hukum, Pelayanan Hukum, Pengembangan Budaya Hukum, serta Penghormatan, Pemenuhan, dan Perlindungan HAM, Pelayanan Keimigrasian dan Pemasyarakatan antara Kanwil Kemenkumham Kalsel dengan Politeknik Hasnur dan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.









