Pengawas Hauling Pelabuhan Pelaihari Tercebur dan Tenggelam, Tim SAR Gabungan Lacak Korban dengan Aqua Eye

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Tim SAR gabungan saat ini, Senin (22/1/2024), bergerak bersama di kawasan Pelabuhan Pelaihari di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Itu menyusul adanya satu orang pekerja di pelabuhan tersebut yang tercebur dan tenggelam, Senin (22/1/2024) pagi. Kabarnya, insiden itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita ketika hari masih gelap.

# Baca Juga :Sebuah Mobil Pikap Hangus Dibakar, Diduga Terjadi Pencurian Buah Sawit di Desa Tampang Tanah Laut

# Baca Juga :Usai Kantor NasDem Tanah Laut Jadi Sekber AMIN, Simpatisan Optimis Raih Dukungan Besar

# Baca Juga :Kendalikan Inflasi, Pemkab Tanah Laut Gelar Pasar Murah UKM, Begini Respon Masyarakat

# Baca Juga :Pj Bupati Tegaskan Tanah Laut Bebas Miras dan Narkoba Lima Tahun Mendatang

Korban bernama Rachmat (43) yang tercatat sebagai warga Jalan Padat Karya RT 083 RW 000 Desa Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kuncang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Pekerja itu dilaporkan tercebur dari Pelabuhan Pelaihari atau yang juga familiar disebut Pelabuhan PT WPR.

Informasi terhimpun, sekitar pukul 05.00 Wita security Pelabuhan Pelaihari setempat melihat ada pekerja pengawas hauling pelabuhan yang telah tercebur ke laut saat sedang bekerja.

“Benar, kami mendapatkan informasi bahwa telah terjadi korban tercebur ke laut di pelabuhan PT WPR di Kecamatan Jorong, Tala,” ucap Al Amrad SSos, kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, dalam rilis tertulisnya yang didapat media ini.

Setelah menerima informasi tersebut, ucap Amrad, pihaknya langsung merespons dengan mengirimkan satu tim ke LKP guna melakukan pencarian terhadap korban..

Amrad mengatakan setelah tiba di lokasi Tim Basarnas Banjarmasin melakukan koordinasi dengan pihak saksi dan unsur SAR yang ada di LKP guna menyusun rencana pencarian terhadap korban.

“Saat ini Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi korban bawah air atau aqua eye,” tandasnya.

Kalimantanlive.co/syahza rei maghribbi
editor : NMD