PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Banyaknya laporan terkait kematian unggas yang mati mendadak di Kabupaten Balangan mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balangan.
Dalam kesempatan ini, Ketua Komisi II, Nur Fariani dan Anggota Komisi II, Ahmad Fauzi bersama dengan Ketua Komisi III, Hafiz Ansyari menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balangan di ruang rapat Kantor DPRD Balangan, Selasa (23/1/2024).
# Baca Juga :Legislator Ajak Milenial Balangan Siapkan Diri untuk IKN, Rusdin: “Jangan Menjadi Penonton”
# Baca Juga :Gelar Jumat Bersih, Jajaran Pemkab Balangan Bersihkan Selokan Pasar Paringin dan Lapangan Martasura
# Baca Juga :Polres Balangan Ungkap 5 Kasus di Awal Januari 2024, Terbanyak Soal Persetubuhan
# Baca Juga :Bupati Balangan Hadiri Haul Amir Husin Bin Buajim, “Semoga Menambah Keimanan kepada Allah SWT”
Hafiz menyampaikan bahwa masyarakat sering mengeluhkan terkait unggas yang mati mendadak, oleh karena itu pihaknya berharap pertemuan ini dapat mengetahui penyebab dan cara menanggulangi adanya fenomena ini.
“Kami ingin mengetahui program apa saja yang telah dilakukan oleh DKP3 Balangan dalam menangani kasus matinya unggas secara mendadak,” katanya.
Sementara itu, drh Ayu yang mewakili DKP3 mengatakan adanya fenomena unggas mati mendadak ini karena perubahan musim dari musim kemarau ke musim penghujan, dan para peternak yang ada di Balangan juga masih sedikit yang melakukan vaksinasi.
“Belum lama ini ada dua desa yang dikunjungi yaitu Desa Haur Batu dan Desa Sungsum, unggas yang mati karena tidak melakukan vaksinasi dan tidak dikandang dengan baik,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini vaksinasi belum secara menyeluruh karena adanya keterbatasan vaksin dan obat-obatan.
Menurutnya, perlu adanya penyuluhan bagi peternak sehingga para peternak bisa melakukan pencegahan dan penanggulangan jika muncul adanya penyakit pada hewan ternak.
Sementara itu pula, Ketua Komisi II Nur Fariani mengatakan bahwa rencana penyuluhan untuk para peternak sangat baik, agar para peternak memiliki pengetahuan yang lebih mendalam terkait pemeliharaan ternak.
“Untuk pengadaan vaksinasi dan obat obatan diharapkan bisa dilakukan penambahan usulan anggaran, disesuaikan dengan kebutuhan apalagi jika fenomena unggas mati mendadak memiliki potensi terjadi setiap tahun, kami berharap tahun depan tidak sebanyak ini lagi kasusnya,” pungkasnya. (Kalimantanlive.com/Kamil)
Editor : NMD







