BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) menggelar Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dengan isu “Menangkal Berita Hoax Menjelang Pemilu Serentak 2024”, Rabu (24/1/2024).
Sosialisasi tersebut digelar di Aula BKD Diklat Kota Banjarmasin dan dibuka langsung oleh Kepala Diskominfotik Banjarmasin, Windiasti Kartika ST MT, dengan menghadirkan narasumber diantaranya Kepala Kesbangpol Kota Banjarmasin, Dr H Lukman Fadlun SH MH, Kasat Binmas Polresta Banjarmasin, AKP Mumung Suhaya serta Ketua RT se-Kota Banjarmasin.
# Baca Juga :Masa Kampanye Terbuka Pemilu 2024 Dimulai, Hanura Pilih Konsolidasi Internal dan Latih Saksi
# Baca Juga :Gegara Melanggar Aturan, Bawaslu Tabalong Copot Ratusan APK Peserta Pemilu 2024
# Baca Juga :Syukuran HUT ke-51, Tokoh Agama dan Masyarakat Doakan Caleg PDIP Banjarmasin Barat Sukses di Pemilu 2024
# Baca Juga :Bawaslu Tabalong Perpanjang Pendaftaran Pengawas TPS Pemilu 2024, Kuota 57 Desa Belum Terpenuhi
Dalam pemaparannya, Windi mengatakan perkembangan berita hoax saat ini mengalami perkembangan yang sangat cepat dan luas.
Perkembangan itu, ujarnya, dipicu oleh semakin maju dan berkembangnya teknologi informasi serta juga era digitalisasi di berbagai sektor kehidupan yang mempengaruhi aktivitas manusia dalam berinteraksi dengan menggunakan internet.
“Perkembangan teknologi yang tidak disertai dengan kesiapan literasi digital bagi penggunanya tidak lepas dari fenomena hoax,” ucapnya.
Lanjutnya, masyarakat bisa mengakses berbagai macam jenis informasi di berbagai media dengan mudah yang menyebabkan hal itu bisa bernilai positif maupun negatif.
“Berbagai macam jenis informasi yang diakses justru menjadikan masyarakat mudah tertipu dengan kabar angin alias berita hoax yang keberadaannya sulit untuk dibedakan antara berita yang asli dan berita yang palsu,” terangnya.
Oleh karena itu, Ia ingin dengan adanya Forum Kesadaran Dini Masyarakat (FKDM) dapat berperan sebagai agen penyadaran kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif dari berita hoax.
“Terlebih dalam menghadapi Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024,” pesannya.
Dengan menangkal berita hoax jelang menghadapi Pemilu nanti, pihaknya berupaya membangun koordinasi dan sinergi antar instansi serta memperkuat kewaspadaan dini demi terciptanya Pemilu Serentak yang aman, damai dan bermartabat pada tahun 2024.
“Berita hoax dirancang untuk memojokkan salah satu partai politik yang tentu dapat mengganggu proses jalannya demokrasi yang sehat dan mengancam stabilitas politik,” pungkasnya.(Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : NMD







