DP3AP2KB Tanbu dan BKKBN Kalsel Gelar Program KB dan KBKR, Sukses Layani 108 Akseptor MKJP

BATULICIN, Kalimantanlive.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tanah Bumbu (DP3AP2KB Tanbu) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BKKBN Kalsel) berhasil menyelenggarakan program KB awal tahun dan intensifikasi program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di wilayah khusus tahun 2024.

DP3AP2KB Tanbu mencapai targetnya dengan melayani sebanyak 108 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Satui dan Kecamatan Angsana, Rabu (24/01/2024).

BACA JUGA: Fasilitas Masjid Apung ZA Makin Lengkap, Bupati Tanah Bumbu Beli Mimbar Masjid Jati Ukiran Terpopuler

BACA JUGA: Sejumlah Jembatan di Tanah Bumbu Terang Berwarna-warni pada Malam Hari, Begini Pempakannya

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Plt Kepala DP3AP2KB Tanbu, Danramil, Camat, TP PKK Kecamatan, dan Ketua IBI Kecamatan. Bupati Tanbu Abah Zairullah Azhar, melalui Asisten Administrasi Umum, Narni, secara resmi membuka kegiatan ini dengan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi.

Pelayanan KB di awal tahun ini memiliki tujuan untuk mengintensifkan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di wilayah khusus, dan targetnya berhasil tercapai dengan 108 akseptor MKJP. Rinciannya mencakup 105 akseptor menggunakan metode implant dan 3 akseptor menggunakan metode IUD.

Narni menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program pembangunan Indonesia sehat tanpa stunting. Selain itu, peserta KB dan KBKR juga diberikan souvenir sebagai bentuk apresiasi dari Kepala BKKBN Kalsel dan Pemkab Tanbu.

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan, Ramlan, menyatakan bahwa kegiatan Pelayanan KB ini menjadi bagian dari Program Percepatan Penurunan Stunting. Upaya ini melibatkan berbagai aspek, termasuk mengatasi jarak kehamilan dan memeriksa kesehatan ibu hamil terkait kekurangan energi kronis (KEK) dan lingkar lengan.