BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Lebih dari seminggu, korban atas nama Ibrani (50) warga Desa Tabunganen, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diduga jatuh ke laut di perairan Muara Tabuneo pada Jumat (19/1/2024) lalu belum berhasil ditemukan oleh Tim SAR.
“Dengan pertimbangan bahwa Operasi telah dilaksanakan selama 7 hari dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda korban, maka Operasi SAR dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Al Amrad, (27/1/2024).
# Baca Juga :3 Dicari Tim SAR Gabungan, Alex Akhirnya Ditemukan 1 Km dari Lokasi Tenggelam
# Baca Juga :Pengawas Hauling Pelabuhan Pelaihari Tercebur dan Tenggelam, Tim SAR Gabungan Lacak Korban dengan Aqua Eye
# Baca Juga :Mandi Malam Hari, Pria 25 Tahun Tenggelam di Sungai Martapura Disaksikan Sang Istri
# Baca Juga :Bermain Air di Persawahan, 2 Bocah Perempuan di Tabalong Tewas Tenggelam, Sudah Dilarang Ayah Korban
Ia juga menjelaskan selama 7 hari Tim SAR Gabungan terus melalukan penyisiran meski ditemani dengan cuaca dan ombak yang kurang bersahabat.
“Penyisiran mengacu kepada SAR Map Prediction yaitu Perkiraan pergerakan korban di tengah laut dengan mengacu kepada angin serta arus,” sambungnya.
Sebelum beralih ke pemantauan, pada hari terakhir operasi SAR, Tim SAR Gabungan pun memperluas area pencarian hingga 40 Nautical Mile.
“Kendati dalam pemantauan kami tetap berupaya berkoordinasi terhadap kapal-kapal yang melintas dan nelayan apabila terdapat tanda-tanda korban segera melapor ke Tim SAR,” tegasnya.
Mengingat pelaksanaan pencarian sudah sampai hari maksimal, maka sesuai prosedur pelaksanaan Operasi SAR akan dinyatakan ditutup.
“Juga sudah hasil dari musyawarah dengan keluarga korban dan unsur terkait bahwa upaya pencarian telah diupayakan secara maksimal selama 7 hari, namun apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda korban, maka operasi SAR siap dibuka kembali,” pungkas Al Amrad.(Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : NMD










