Dinkes Sumbar juga meminta koordinasi antara SPH dan rumah sakit tempat pasien dirujuk.
Ledakan di SPH pada Selasa sore menyebabkan kerusakan dan menonaktifkan pelayanan rumah sakit. Puluhan pasien dievakuasi ke pelataran menggunakan tempat tidur atau kursi roda, termasuk orang tua, wanita, pria, dan anak-anak. Proses pemindahan pasien masih berlangsung hingga pukul 18.30 WIB dengan antrian mobil ambulans yang panjang.
BACA JUGA:
Ledakan di RS Padang: Ruangan Berguncang, Pasien Panik, Sejumlah Warga Mengalami Luka
Sebelumnya, Kapolresta Padang, Kombes Ferry Harahap, memastikan bahwa ledakan dahsyat yang terjadi di RS Padang atau Semen Padang Hospital (SPH) pada Selasa (30/1/2024) sore bukan disebabkan ledakan bom.
Kapolres Padang menyampaikan klarifikasi tersebut saat mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah ledakan di RS Padang yang diakui sebagai yang termegah di Sumatera Barat (Sumbar).
“Saya harap diperjelas kepada masyarakat agar tidak panik bahwa ini bukan ledakan bom,” ungkap Kapolresta Padang kepada wartawan.
Ferry menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah evakuasi pasien rawat inap ke berbagai rumah sakit di Kota Padang, termasuk pasien rawat jalan dan pasien di unit gawat darurat (UGD) yang diizinkan untuk pulang.







