Dalam menghadapi situasi ini, para guru diharapkan menjadi lebih kreatif dalam mengajar, termasuk dengan memanfaatkan pembelajaran di luar ruang kelas untuk memberikan pengalaman baru kepada siswa.
Meskipun jumlah siswa sedikit, kualitas infrastruktur sekolah tetap dijaga dengan melakukan renovasi dan pembangunan ruang kelompok belajar.
“Pada tahun 2023, dilakukan renovasi dan pembangunan ruang kelompok belajar sebanyak 174 paket pengerjaan, dan untuk tahun 2024 ini bertambah menjadi 316 paket pengerjaan,” ungkap Abiji.
Situasi di SDN Papuyuan menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan, pendidikan tetap diutamakan dan solusi diupayakan tanpa mengorbankan kualitas.
Dengan kerja keras dan kreativitas, sekolah ini berharap dapat tetap memberikan layanan pendidikan yang baik bagi siswa-siswanya, meskipun dalam jumlah yang terbatas.
Kalimantanlive.com/eep
Editor: elpian







