PARINGIN, Kalimantanlive.com – SDN Papuyuan sedang menghadapi tantangan serius dengan hanya tersisa 6 siswa aktif, sekolah ini menghadapi kesulitan dalam menjalankan operasionalnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balangan, H Abiji, mengakui bahwa fenomena ini bukanlah hal yang jarang terjadi.
BACA JUGA: Sri Huriyati Hadi Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Desa Maradap Balangan
BACA JUGA: Pemkab Balangan Kukuhkan Pengurus Badan Wakaf Indonesia, Ini Pesan Bupati Abdul Hadi
“Memang ada beberapa sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit, termasuk salah satunya di Papuyuan,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa belum ada rencana untuk melakukan regrouping dengan sekolah terdekat.
Meskipun begitu, Disdikbud Balangan tidak akan mengambil langkah drastis dalam menanggapi situasi ini.
“Tidak dilakukan regrouping, namun untuk tahun ajaran 2024 ini kami minta untuk tidak menerima siswa baru dan diarahkan ke sekolah terdekat yaitu SDN Matang Hanau,” ungkap Abiji.
Fenomena sekolah dengan jumlah siswa minim juga terjadi di beberapa daerah lainnya, di mana jumlah siswa bahkan di bawah 20 orang. Namun, proses belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa.
Abiji menambahkan bahwa penurunan jumlah siswa biasanya terkait dengan penurunan jumlah penduduk usia produktif di daerah tersebut. Meskipun situasi ini bisa menjadi tantangan, ia percaya bahwa alam akan memberikan kesempatan pada tahun-tahun mendatang untuk mendapatkan jumlah siswa yang lebih banyak.









