Usai Perang Sampah, Beberapa Jenis Bibit Pohon Penghijauan Ditanam di Pesisir Pantai Batakan

Bibit pohon yang ditanam sebanyak 120 batang. Jenisnya ada beberapa yaitu trembesi, spathodea, dan mete. Penanaman pohon ini bagian dari upaya pelestarian alam dan meningkatkan penghijauan dan mendukung ekosistem lingkungan yang sehat.

Sementara itu Agus Suparno yang menjabat kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Tanah Laut yang juga pembina Yayasan Nayaka mengatakan kegiatan itu merupakan kolaborasi bersama antara stakeholder lingkungan dan kehutanan, organisasi lingkungan dan Satuan Polisi Perairan dan Udara Resor Tanah Laut.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam, terutama di wilayah pesisir.” sebut Agus.

Aksi bersih-bersih pantai tersebut ini dimulai dari titik Pantai Batakan Lama dan diakhiri di Pantai Batakan Baru.

Pada akhir kegiatan sampah plastik yang terkumpul sejumlah 480 kilogram. Ini belum termasuk sampah organik berupa gulma kiriman dari Muara Banjar yang bertebaran di pesisir pantai.

Sampah tersebut selanjutnya diangkut menggunakan armada persampahan milik DPRKPLH untuk dikelola di TPA Bakunci di Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari.

Untuk diketahui sebagian Pantai Batakan merupakan wilayah Taman Wisata Alam (TWA) Pelaihari yang merupakan kawasan konservasi alam di bawah kelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan.

Pada akhir kegiatan seluruh peserta bersepakat untuk melaksanakan komitmen dengan menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menjaga lingkungan sama dengan menjaga NKRI.

Pada kegiatan itu semua orang yang berjumlah sekitar 100 orang sangat antusias dan bersemangat. Gerimis yang melanda lokasi kegiatan tak menyurutkan semangat mereka memberangus sampah setempat.

Mereka mulai bergerak ke lapangan mulai pukul 08.30 Wita hingga pukul 11.00 Wita.(Kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)

editor : NMD