” hari ini kami melakukan Fogging di Sekolah Dasar Desa Sebelimbingan, Mesjid dan rumah warga setempat, serta gotong royong dalam memberantas pengembangbiakkan nyamuk aedes aegypti, ” Ucapnya
Selai itu, juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat dan membagikan bubuk abate, gerakan satu rumah satu jumantik, beserta edukasi yang berkaitan menambah wawasan masyarakat untuk mencegah penularan DBD oleh Dinas Kesehatan maupun Puskesmas setempat.
“Kami juga akan meminta untuk seluruh puskesmas untuk melakukan penyuluhan secara serentak serta kerjasama Radio Gema Saijaan dan kepada kader posyandu dan bersama dan Tim Tp. PKK untuk menjadwalkan himbauan tentang DBD, ” tambahnya.
Ada pun orang yang terserang DBD, gejala-gejalanya demam tinggi hingga mencapai 40 C, nyeri kepala berat, nyeri pada otot, sendi, tulang, dan bagian belakang mata.Terdapat bintik-bintik atau bercak merah pada kulit 2 hingga 5 hari pasca demam perdarahan dari hidung, gusi, atau bagian bawah kulit.
Penyuluhan DBD
Selain melakukan fogging, Dinas Kesehatan Kotabaru juga menggelar Penyuluhan DBD, tujuannya agar masyarakat mewaspadai ancaman nyamuk penyebab BDB yang mengintai saat musim penghujan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kotabaru memimpin langsung penyuluhan yang berlangsung di Kantor Desa Sebelimbingan, Selasa (06/02/2024).
Penyuluhan ini bertujuan untuk menekan angka DBD dan memutus mata-rantai penularan DBD di Desa Sebelimbingan khususnya Kabupaten Kotabaru.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kotabaru H. Arya Nor Abdi, SKM, MM menjelaskan, tempat berkembangbiaknya nyamuk ini melalui sampah-sampah plastik yang menampung air.







