Peristiwa gantung diri itu terjadi pada Hari Senin siang kemarin sekitar pukul 14.00 Wita. “Korban sudah dikebumikan pada hari kemarin juga,” sebut Muhamad Yasin, kepala Desa Gunung Melati, Selasa (6/2/2024).
Secara persis dirinya tidak mengetahui penyebab kasus gantung diri tersebut. Hanya saja, keterangan dari pihak keluarga, korban tertekan secara psikologis akibat bullying.
Menurut penuturan pihak keluarga, papar Yasin, korban semasa masih bersekolah jenjang SMP sekitar satu setengah tahun lalu sering di-bully oleh teman-teman korban.
Hal itu yang kemudian diduga membuat korban mengalami tekanan batin luar biasa sehingga akhirnya takut melihat orang lain. Hari-harinya hanya mengurung diri di rumah.
Kapolres Tala AKBP Muhammad Junaeddy Johnny melalui Kapolsek Batu Ampar, Iptu Bambang H mengatakan pihaknya bersama Tim Inafis Polres Tala langsung meluncur ke TKP setelah mendapat laporan kasus gantung diri tersebut.
Sesuai hasil olah TKP dan pemeriksaan tubuh korban oleh pihak petugas medis puskesmas, jelas Bambang, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan fisik.
Pihak keluarga juga telah ikhlas menerima kenyataan tersebut. “Korban murni meninggal akibat bunuh diri,” sebut Bambang.(kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)
Editor : NMD







