Karena itu menurut Hariyanor sudah selayaknya siapa saja yang telah memiliki hak pilih di negeri ini, agar kiranya dapat menggunakan hak pilih. Hal demikian juga bagian dari upaya nyata menyukseskan demokrasi.
Hak pilih, kata Hariyanor, harus digunakan sebaik mungkin secara bertanggungjawab yakni dilandasi pertimbangan rasional dan sesuai hati nurani.
Tiap pemilih punya kebebasan memilih calon-calon pemimpin atau peserta pemilu yang diyakini memiliki kemampuan terbaik. Jadi, begitu kelak mereka terpilih mala bakal mampu mengemban amanah secara baik pula.
Tokoh pemuda Tala ini juga kembali menegaskan bahwa pihaknya menolak keras terhadap money politic kar3na praktik semacam ini mencederai demokrasi.
Lebih dari itu orang-orang yang tidak memiliki kapasitas akan menduduki jabatan penting di negeri ini. Tentu hal demikian hanya merugikan masyarakat secara umum.
Bagaimana dengan ungkapan ambil uangnya jangan pilih orangnya? “Yang demikian kembali kepada hati nurani tiap pemilih,” tandas Hariyanor.
Namun yang jelas pihaknya mengajak para pemilih untuk menggunakan hak pilih secara baik dan bertanggung jawab.
Itu qlartinya pilihan yang diberikan bukan lantaran mendapat sesuatu atau iming-iming menggiutkan. Namun dilandasi rasionalitas dan hati nurani.
Lebih lanjut Hariyanor pihaknya juga akan membantu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam mengawal pemilu. Komunikasi juga telah terjalin cukup baik.
Pihaknya pun aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu Tala. Contohnya pada kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif.(kalimantanlive.com/syahza reimaghribbi)
Editor : NMD








