“Misal ada 14 persen dari 100 persen balita yang terkena stunting, maka dari 100 balita ada 14 balita yang terkena stunting,” jelasnya.
Kabupaten Balangan pada tahun 2024 ini, menargetkan angka stunting hingga 14 persen yang mana pada tahun 2023 mencapai 29 persen.
Adapun langkah dari Dinkes Balangan untuk menurunkan angka stunting dengan cara intervensi spesifik, yaitu memberikan gizi yang cukup kepada balita dan melakukan penyuluhan terhadap orang tua si balita.
Selain itu, hal yang berpengaruh dalam jangka panjang atau intervensi sensitif, yaitu pendukung untuk penurunan angka stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.
Ia berpesan kepada masyarakat Balangan untuk selalu menjaga asupan gizi balita dan mendatangi posyandu terdekat untuk melakukan pengecekan rutin.
“Agar dapat dikontrol atau melakukan pengecekkan indeks angka stunting si balita,” pungkasnya. (Kalimantanlive.com/Kamil)
Editor : NMD







