PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Diambil dari data.kalselprov.go.id prevalensi stunting Kabupaten Balangan pada tahun 2022 mencapai 29,8 persen, hal ini cukup tinggi mengingat stunting dapat mengganggu perkembangan anak.
Berbagai hal telah dilakukan untuk mengurangi angka stunting di Kabupaten Balangan, seperti kegiatan Gerai Pangan Murah dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) dan Pasar Murah dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan.
# Baca Juga :Anggota DPRD Balangan Ingin Festival Buah Mamigang Jadi Agenda Tahunan
# Baca Juga :Balangan Bakal Luncurkan Program Beasiswa, Vokasi dan Bekerja di Australia, Ini Kata Disdikbud
# Baca Juga :Kartu Balangan Pintar, Disdikbud: Pelajar SD Terima Rp 500 Ribu dan SMP Diberi Rp 700 Ribu
# Baca Juga :Ingin Bersatus Madya, RSUD Datu Kandang Haji Balangan Harus Memenuhi Persyaratan Ini
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Balangan, H Ahmad Sauki mengatakan untuk prevalensi stunting di tahun 2023 kemarin adalah sekitar 29 persen, dan untuk tahun 2024 dari survei kesehatan belum rilis hasilnya.
“Untuk tahun kemarin angka stunting mencapai 29 persen dan untuk tahun ini survei kesehatan di Indonesia belum rilis hasilnya, dan mudah-mudahan tahun ini ada penurunan yang signifikan,” ujarnya.
Sauki juga menjelaskan dari Dinkes sendiri ada dua indikator cara menilai naik turunnya angka stunting, yaitu dengan E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dan juga survei data 100 gizi masyarakat.







