Pemandangan serupa juga dilihat Dahnial terhadap beberapa pengendara yang bergerak dari arah Parit menuju Jalan Hutan Kota.
Begitu mendekati ujung median di depan kantor PA, pengendara tersebut langsung bergerak ke lajur kanan dan bergerak di sisi tepi pedestrian hingga mencapai Jalan Hutan Kota.
Seharusnya pengendara tersebut bergerak lurus dulu hingga mencapai bundaran simpang Kejaksaan dan putar balik di bundaran kecil ini. Selanjutnya lurus dan belok kiri ke Jalan Hutan Kota.
Perilaku sejumlah pengendara tersebut, kata Dahnial, karena merasa kejauhan ketika harus putar balik di bundaran simpang Kejaksaan. Hal ini tersebab adanya median jalan.
“Itulah yang saya pantau, amati, dan cermati guna mengetahui dimana letak persoalannya. Kita cari solusi terbaiknya dengan mempertimbangkan aspek kelalulintasan,” tandas Dahnial.
Lebih lanjut ia mengatakan dirinya juga sekaligus memantau pedestrian di kawasan Jalan Hadji Boejasin setempat. Pasalnya belakangan ini saat sore mendekati senja hingga malam, sebagian bentang pedestrian berubah menjadi lapak kuliner sehingga hak pejalan kaki menjadi hilang.
Hal itu menurutnya juga perlu disikapi dan dicarikan solusi terbaik agar semua bisa berjalan beriringan. Hak pejalan kaki dan kaum disabilitas tetap diperhatikan dan kalangan pedagang kuliner juga bisa tetap beraktivitas mengais rezeki.
Namun yang jelas, sebut Dahnial, pedestrian berfungsi bagi pejalan kaki. Karena itu Pemkab Tala membangun pedestrian di Jalan Hadji Boejasin tersebut untuk memberi ruang yang layak bagi pejalan kaki, baik masyarakat umum maupun kaum disabilitas. Karena itu di pedestrian itu itu dilengkapi guiding block untuk disabilitas.(kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)
Editor : NMD







