“Hati-hati, hindari perpecahan. Al Quran yang kita angkat. Satu pesan saya, jaga ulama kita, jaga Banua kita, jaga negara kita. Kalau sudah tiga ini Insya Allah kita maan sabarataan (semua),” seru Royani.
Pelantikan itu disaksikan pula oleh para tamu mulia yakni Habib Rizieq bin Ibrohim Al Qadarie dari Pontianak (Kalbar), Tuan Guru Gozali dari Galam Rabah (Kabupaten Banjar), Ustadz Ruliansyah (DPP BAPASAK), dan, Habib Muhammad Herman bin Jamsi Alaydrus dari Pagatan (Kabupaten Tanbu).
Dalam sambutan singkatnya seusai prosesi pelantikan tersebut, Royani mengucapkan selamat kepada pengurus DPD/DPC yang baru saja dilantik. Ia menegaskan BAPASAK akan menjadi benteng bagi alim ulama, bagi Banua (Kalsel), dan bagi negara.
Ia berharap para kepala pasukan BAPASAK yang baru dilantik bisa mencermati makna intisari pelantikan yakni ada kitab suci Al Quran yang menyertai. “Pada kegiatan ini kita telah membuktikan bahwa kita bisa berkumpul bersama dan merapatkan barisan,” tandas Royani.
Selanjutnya kegiatan diteruskan dengan Tabligh Akbar atau Tausiah Peringatan Isra Mi’raj oleh Al Habib Rizieq bin Ibrohim Al Qadarie dari Pontianak. Meski suaranya serak terdampak flu menyusul padatnya agenda bertausiah, ulama muda yang wajah dan penampilannya mirip Habib Bahar bin Smith ini, tetap begitu bersemangat bertausiah.
Dengan kalimat yang lantang, lugas dan jelas serta diselingi pekikan takbir, ia mengupas makna Isra Mi’raj secara gamblang. Seluruh keluarga besar BAPASAK yang menyemut di lokasi pun sangat antusias menyimak ilmu agama dan pesan penting yang disampaikan Habib Rizieq bin Ibrohim Al Qadarie.
Seusai tabligh, masing-masing bergerak merapat mendekati ulama muda berambut panjang pirang di bagian belakang tersebut. Masing-masing mencium tangan Habib Rizieq bin Ibrohim Al Qadarie dan mendaulat untuk berfoto bersama.(kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)
editor : NMD










