“MoU ini betul-betul memiliki nilai yang sangat strategis. Terutama mendukung pengembangan hutan lahan mangrove yang dimiliki sebagai pusat penelitian lahan basah dan mangrove dunia oleh ULM seluas 621 Ha,” jelasnya.
Terlebih kata dia, jika hal ini bisa diwujudkan maka ULM merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki pusat penelitian seluas 621 Ha khusus Mangrove.
“Kalau ini benar-benar bisa di wujudkan Insha Allah ULM akan menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia dan bahkan mungkin Dunia yang memiliki pusat penelitian seluas 621 Ha khusus Mangrove,” katanya.
“Dengan adanya pusat penelitian lahan basah berbasis mangrove, maka ini sangat sesuai dengan visi misi ULM center of excelent bidang lahan basah,” lanjut Prof Ahmad.
Di samping itu, Direktur Utama PT DBS, Adi Kartika, mengatakan bahwa MoU yang dilaksanakan dengan ULM ini karena pihaknya memiliki kewajiban untuk alih pengetahuan di daerah khususnya di Kalsel.
“Semoga dengan kerjasama bersama ULM ini akan berdampak pada multiplier effect yang luas melalu beberapa Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bisa kira implementasikan,” katanya.
Selain itu, pusat penelitian yang dimiliki oleh ULM banjarmasin ini juga menjadi salah satu faktor untuk penguatan kerjasama tersebut.









