“Data awal WBP di sini yang terdata sebagai pemilih sebanyak 282 orang. Namun hingga hari H hari ini terjadi pertambahan pemilih karena adanya WBP baru yang masuk ke Rutan Pelaihari,” jelas Andika.
Tambahan WBP baru tersebut sebanyak 98 orang. Selain itu ada dua orang pegawai Rutan Pelaihari yang juga nyoblos di TPS setempat sehingga jumlah surat suara yang kurang sebanyak 100.
Hal tersebut telah dikomunikasikan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tala. Sesuai penjelasan dari KPU, kekurangan surat suara itu akan diambil dari surat suara cadangan pada TPS terdekat.
Andika mengatakan dua orang pegawai Rutan Pelaihari yang mencoblos di TPS Rutan yakni dirinya dan Kasubsi Pengelolaan Mujiono.
Lebih lanjut ia menerangkan dirinya hanya punya hak pilih untuk memilih capres/cawapres karena domisilinya di luar pulau yakni di Tangerang, Jakarta.
Sedangkan Mujiono punya hak pilih untuk memilih capres/cawapres dan memilih anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI.
Ini karena yang bersangkutan berdomisili di luar Tala yakni di Kabupaten Banjar.
Pantauan di lokasi, pelaksanaan pemungutan suara di TPS khusus tersebut berlangsung lancar dan tertib. Para WBP yang telah selesai menggunakan hak pilihnya dipersilakan duduk di kursi di luar TPS.
Kemudian petugas Rutan melakukan penggeledahan badan sebelum WBP tersebut dipersilakan masuk kembali ke blok tahanan masing-masing.
Sekitar pukul 09.30 Wita tiba rombongan Forkopimca Pelaihari yang turut memantau proses pencoblosan di TPS khusus Rutan Pelaihari. Hadir Camat Pelaihari Agus Setiyo, Kapolsek Pelaihari Ipda Benny Wishnu Wadhany, TNI, dan Satpol PP Tala.,Hadir pula perwakilan dari Polda Kalsel dan Kasat Samapta Polres Tala AKP Winarto dan pihak terkait lainnya.(kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)







