Pemuda berprestasi Tala ini tak cuma memantau saja. Lebih dari itu ia juga langsung turut membantu petugas KPPS setempat melakukan pengemasan surat suara.
Ia mengaku tak lelah meski tidak ngopi. Dirinya kebetulan memang tidak suka minum kopi sehingga untuk penyeka haus selama begadang, ia cuma minum air putih.
“Gak tahu juga ya, tapi memang tak merasa ngantuk, juga tak begitu capek. Mungkin karena banyak orang yang sama-sama begadang sehingga tidak terasa. Tahu-tahu sudah pagi,” papar Didiyani.
Terkait telatnya penghitungan suara di TPS 3 dan 4, ia menerangkan dikarenakan pemilih banyak yang datang ke TPS menjelang tengah hari sekitar pukul 12.00 Wita..
“Malah ada yang baru datang mendekati pukul 13.00 Wita yang merupakan jam tutup penerimaan pendaftaran pencoblosan,” sebutnya.
Padahal pada surat undangan secara jelas telah tertulis bahwa TPS buka mulai pukul 07.00 Wita hingga 13.00 Wita.
Hal tersebut diperkirakan karena memang sebagian warga Sungai Bakar juga sibuk bekerja di kebun sehingga baru sempat ke TPS saat tengah hari.
Otomatis, sebut Didiyani, hal itu berimbas terhadap molornya selesainya penghitungan suara. Pasalnya pukul 15.00 Wita baru selesai proses pencoblosan di TPS 3 dan 4 tersebut.
Penyebab lainnya yaitu adanya sebagian surat suara yang salah masuk ke kotak suara lain. Misal surat suara A masuk ke kotak surat suara B.







