Saipullah Hidup di Kaki Gunung di Tala, Gubuk Reyot dari Daun Nipah Tak Kuasa Menahan Dinginnya Malam

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Sejak lima tahun silam, Saipullah (51) hidup dan menetap di kaki pegunungan di Desa Batilai, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di tempat yang cukup jauh dari permukiman penduduk itu, bapak dua anak ini mendirikan gubuk berukuran sekitar 3×4 meter.

Lahannya, ia menumpang milik keluarganya, sekaligus untuk bercocok tanam padi dan palawija.

# Baca Juga :Kasus Bullying Makan Korban, Remaja di Tanah Laut Ditemukan Gantung Diri, Takut Melihat Orang Lain

# Baca Juga :Pengurus Cabang HPPMTL Seluruh Kalsel dan Tanah Laut Resmi Dilantik, Pj Bupati Inginkan Perubahan

# Baca Juga :RKPD Tanah Laut 2025 Bahas Belasan Isu Strategis, Bupati Syamsir: Agar Tak Jadi Catatan Tanpa Makna

# Baca Juga :Kejati Kalsel Inspeksi Kejari Tanah Laut, Lakukan Pemeriksaan dari Keuangan hingga Kondite

Gubuk panggung yang terbuat dari kayu hutan itu dihuni Saipullah bersama istri, Siti Aminah (37), dan kedua anaknya yaitu Rahmat (6,5) dan Naila Hasna (2,5) yang duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).

Sepintas gubuk kecil itu tampak kokoh, tapi setelah didekati kondisinya mulai reyot.

Bahkan dindingnya cuma berbahan daun nipah yang keadaannya sebagian juga telah mulai rusak dan bolong-bolong. Sedangkan atapnya berbahan seng.