JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah kemungkinan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi pada awal Maret mendatang.
Sinyal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, pada Jumat (16/2).
Menurutnya, harga minyak mentah Indonesia naik di angka USD82 atau sekitar Rp1,2 jutaan per barelnya, atau naik antara USD5 sampai USD5 dibanding tahun lalu.
# Baca Juga :Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Non-Subsidi Februari 2024 Tak Ada Perubahan
# Baca Juga :GEJOLAK Harga BBM Pertamina 1 Januari 2024, di Kalsel Pertamax Dijual Rp13.500 Per Liter
# Baca Juga :Mulai Hari Ini, Harga BBM Pertamina Turun, Segini Harga di Kalimantan Selatan
# Baca Juga :Berlaku Mulai 1 Mei, Daftar Harga BBM Pertamina, Segini Harga Pertalite & Pertamax di Kalsel
“Kalau yang non subsidi ini ikut formula harga indeks minyak, dan sekarang minyak sudah USD82 (Rp1,2 jutaan) per barel. Dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan antara USD5 sampai USD6, dan itu memengaruhi biaya produksi,” katanya.
Sebagaimana diketahui, PT Pertamina rutin memperbaharui harga BBM per awal bulan.
Akan tetapi, pada saat menjelang Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 tadi, Pertamina tidak melakukan perubahan harga pada BBM nonsubsidi.
“(BBM) yang nonsubsidi ini mengikuti formula harga indeks minyak, sekarang minyak sudah 82 dolar AS (Rp1,2 juta) per barel. Jadi, dibandingkan sama tahun lalu ada kenaikan antara 5-6 dolar AS (Rp78.000-93.000) dan itu pasti mempengaruhi biaya produksi,” jelas Menteri ESDM, akhir pekan tadi.
Terkait apakah BBM non subsidi akan naik pada Maret 2024, Arifin mengatakan hal ini tergantung dari evaluasi PT Pertamina (Persero) maupun SPBU swasta lainnya. Yang jelas, Arifin memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi.
“Pemerintah menahan untuk yang subsidi,” lanjutnya.








