BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Bank Kalsel, salah satu institusi keuangan terkemuka di Kalimantan Selatan, tengah mempersiapkan diri untuk menjadi Bank Devisa. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tren pertumbuhan ekonomi yang positif di wilayah tersebut.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyatakan bahwa perubahan status menjadi Bank Devisa akan membuka peluang baru bagi institusi tersebut dalam menjangkau segmen nasabah korporasi dan UMKM yang telah terlibat dalam perdagangan global.
BACA JUGA: Bank Kalsel Peringatkan Nasabah Terhadap Akun Palsu di Instagram
BACA JUGA: Luncurkan Tabungan Haji iB Ar-Rahman, Bank Kalsel Mudahkan Berhaji bagi Semua Kalangan
“Kami berharap tahun ini Bank Kalsel siap menjadi Bank Devisa,” ujar Fachrudin pada Jumat (2/2/2024).
Pertumbuhan ekonomi yang pesat di Kalimantan Selatan telah mempengaruhi berbagai sektor, termasuk jasa, pariwisata, pertambangan, dan industri pengolahan. Bank Kalsel percaya bahwa dengan status Bank Devisa, mereka dapat lebih aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah ini.
Selain itu, Fachrudin juga mengungkapkan bahwa Bank Kalsel akan memanfaatkan teknologi keuangan terbaru untuk menyasar berbagai segmen pasar, mulai dari Generasi Z hingga pensiunan.
Salah satu inisiatif yang sedang dipersiapkan adalah aplikasi digital bernama “Ready Cash”, yang akan memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi keuangan secara mudah dan cepat melalui perangkat gawai mereka.
“Aplikasi Ready Cash menjawab kebutuhan perbankan masa kini yang telah berubah secara radikal,” ujar Fachrudin.
Dalam usianya yang akan menginjak 60 tahun pada tahun 2024 ini, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus memperluas kemudahan akses layanan perbankan melalui konektivitas digital.







