Jurnalis media ini yang berada di lokasi melihat petugas pemadam yang berjuang keras melakukan pemadaman dan pembahasan agar tak ada lagi titik api dari puing-puing kayu yang terbakar.
Suasana di lokasi juga cukup ramai. Banyak warga sekitar yang mendekat untuk melihat dari dekat kebakaran tersebut. Sementara itu relawan menutup jalan di muara Jalan Niaga yang berjarak sekitar 100 meter agar tak terlampau banyak orang yang bertebaran di sekitar lokasi.
“Yang terbakar itu rumah kakak saya, Hj Yana. Kakak saya memang pas di langgar. Semua barang yang ada di dalam rumah, habis terbakar,” sebut Odi.
Ia mengatakan rumah yang dihuninya pun juga turut terbakar. Rumahnya merupakan bangunan kecil yang berada di belakang warung milik kakaknya tersebut.
BACA JUGA: Kasus Bullying Makan Korban, Remaja di Tanah Laut Ditemukan Gantung Diri, Takut Melihat Orang Lain
BACA JUGA: Pengurus Cabang HPPMTL Seluruh Kalsel dan Tanah Laut Resmi Dilantik, Pj Bupati Inginkan Perubahan
Dijelaskannya, rumah dan warung milik kakaknya yang terbakar tersebut bersebelahan. Sedangkan rumahnya persis menempel di belakang warung makan tersebut.
Belum diketahui dari mana asal api. Juga belum diketahui berapa nilai kerugian akibat kebakaran tersebut.
“Ya mungkin kalau Rp 200-an juga, ada,” sebut Odi.
Sementara itu sebagian barangnya sempat diselamatkan seperti sepeda motor dan sepeda pancalnya serta sejumlah barang lainnya.
Odi mengatakan saat kejadian dirinya juga sedang berada di langgar. Dirinya kaget ketika mendadak riuh dan setelah ke luar langgar ia melihat ada kobaran api arah rumahnya.
Saat ia tiba di lokasi, ternyata yang terbakar adalah rumah dan warung milik kakaknya. Tempat tinggalnya juga turut terdampak.
(Kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi)
Editor: elpian







