PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Bupati Balangan, H Abdul Hadi mendapatkan kesempatan menjadi Tenaga Pengajar pada Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Strategi Pengembangan Inovasi Daerah Berbasis Sektor Unggulan Wilayah Angkatan II Tahun 2024.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan (PPKMK) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, di Jakarta, Selasa (27/2/2024).
# Baca Juga :Rencana Kirim 50 Sarjana ke Luar Negeri, Pemkab Balangan Datangi Kedubes Australia
# Baca Juga :Terkait Aplikasi “Si Open Balangan”, Rusdin: Perlu Sosialisasi Lagi Ke Pelaku UMKM
# Baca Juga :Partisipasi Masyarakat Balangan saat Pemilu Capai 95 Persen, Rusdin: Sudah Sadar Pentingnya Politik
# Baca Juga :Peduli Kemajuan Olahraga, Legislator Balangan Rusdin Barhiwan Berharap Porprov Balangan Terwujud
Adapun materi yang disampaikan oleh Bupati Balangan adalah Best Practice dalam hal inovasi di Kabupaten Balangan.
Materi tersebut, merupakan hasil dari pencapaian Kabupaten Balangan yang berhasil meraih peringkat ke-20 Nasional Kabupaten Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Dalam paparannya kepada peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Abdul Hadi menyampaikan bahwa Balangan adalah kabupaten termuda di Kalimantan Selatan.
Diusianya yang baru 20 tahun, Balangan harus melakukan akselerasi diseluruh aspek jika ingin mengejar ketertinggalannya agar bisa sejajar dengan daerah lainnya. Dari sekian banyak upaya tersebut, salah satu yang dilakukan adalah mengembangkan inovasi daerah.
“Sebagai Kepala Daerah, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi daerah, baik di kalangan perangkat daerah maupun masyarakat. Implementasinya adalah melalui kebijakan yang kami buat, mulai dari perencanaan yang terus kami kawal, penganggaran maupun pelaksanaannya yang terus kami pantau dan evaluasi. Hal itu kami lakukan, agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat berhasil guna dan memberikan dampak bagi masyarakat, sebagai perwujudan pelaksanaan Birokrasi Tematik, Lincah, Melayani dan Berdampak, ” ujar Abdul Hadi.










