YERUSALEM, KALIMANTANLIVE.COM – Lembaga Penyiaran Radio dan Televisi Israel mengakui bahwa sejak perang Gaza, pemukim Zionis mengalami peningkatan masalah masalah mental dan psikologis, terutama penggunaan obat tidur dan obat penenang, serta obat-obatan lainnya.
Media Israel, Minggu (18/2/24) malam melaporkan data statistik mengenai penggunaan obat tidur dan obat penenang yang meningkat tiga kali lipat di Israel.
Laporan ini juga menunjukkan penggunaan narkoba di kalangan mereka yang meninggalkan rumah juga meningkat mencapai 33 persen.
# Baca Juga :Duta Besar Zuhair Al Shun ke Banjarmasin, Beberkan Fakta Tentang Kejahatan Israel di Tanah Palestina
# Baca Juga :UPDATE Perang Hamas vs Israel: Gaza Sekarat, 9.521 Orang Tewas Sebagian Besar Anak dan Perempuan
# Baca Juga :Bila Israel Tak Hentikan Serangan ke Gaza, Ini Ancaman Mengerikan Iran
# Baca Juga :Perang Hamas Vs Israel, 29 Staf PBB Tewas di Gaza, UNRWA: Setengahnya adalah Guru
Sebelumnya, surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth melaporkan banyaknya tentara cadangan Israel yang membutuhkan perawatan psikologis setelah kembali dari perang Gaza.
Bahkan, akibat perang di Gaza, Palestina, dilaporkan banyak sekali tentara Israel mengalami gangguan kesehatan mental.
Militer Penjajah Zionis Israel mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa sekitar 30.000 tentara Israel telah menghubungi hotline kesehatan mental untuk mendapatkan perawatan sejak perang melawan Hamas pecah di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.
Namun, kemudian mereka mengeklaim sekitar 85 persen tentara yang mencari perawatan psikologis sekarang telah kembali bertugas aktif.
Melansir Anadolu, Kamis (29/2/2024), sekitar 200 tentara diberhentikan dari militer karena masalah psikologis yang mereka derita akibat perang.
Korps Medis Angkatan Darat Israel berencana meresmikan pusat kesehatan mental baru bagi tentara pada hari Kamis, di tengah kekhawatiran tentara mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD) akibat perang di Gaza, Palestina.







