30 Ribu Tentara Zionis Israel Divonis Sakit Mental, Pemakaian Obat Penenang dan Narkoba Meningkat Tajam

Menurut militer Zionis, pusat kesehatan mental yang baru akan mencakup sebuah klinik untuk mengobati PTSD di kalangan tentara.

Pada 2 Februari 2024, kepala departemen klinis penyakit mental Angkatan Darat Israel, Yekhiel Levechitz mengatakan sekitar 3.000 tentara telah diperiksa oleh para ahli kesehatan mental sejak 7 Oktober 2023.

Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.

Namun, sejak saat itu, Haaretz mengungkap bahwa helikopter dan tank tentara Israel, pada kenyataannya, telah membunuh lebih dari 1.139 tentara dan warga sipil yang diklaim oleh Israel telah dibunuh oleh kelompok perlawanan Palestina tersebut.

Pengeboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan sekitar 29.954 warga Palestina dan melukai lebih dari 70.000 orang akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.

Menurut PBB, perang brutal Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur.

Israel dituduh melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Mahkamah Internasional.

Keputusan sementara pada Januari 2024 lalu memerintahkan Israel untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/Fajarharapan.id