Dalam upaya mewujudkan keselarasan melalui kemitraan yang sinergis, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berupaya membangun wadah kolaborasi antara satuan pendidikan vokasi dengan pemangku kepentingan di daerah.
“Hal tersebut diwujudkan melalui Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada periode tahun 2023 sampai dengan tahun 2025,” sebut Ketua Tim Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah di Kalsel Dr Abdul Rozaq SKom MM MKom didampingi anggota Konsorsium dari Politala Dr Ir Meldayanoor SHut MS.
Peluncuran program tersebut juga dimaksudkan guna mendukung revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022, terutama untuk memperkuat kinerja TKDV (Tim Koordinasi Daerah Vokasi).
Pada tahun pertama perealaisasian program tersebut yakni berorientasi untuk menghasilkan policy brief. Ini mencakup analisis komprehensif dari workforce planning dan innovation planning sehingga tercipta klaster inovasi di Provinsi Kalsel dan Kalteng yang selaras dengan potensi, keunggulan, serta kebutuhan pembangunan daerah.
Konsorsium tak bergerak sendiri dalam melaksanakan program tersebut. Tapi melibatkan mitra terkait. Di antaranya pemerintah provinsi, lembaga kursus dan pelatihan (LKP) dan sekolah menengah kejuruan (SMKN) yang ada di daerah. Selain itu Konsorsium juga melibatkan DUDI, media massa, serta komunitas masyarakat.
Direktur Politala Dr Hj Mufrida Zein SAg MPd dalam sambutannya pada workshop tersebut menyatakan komitmen kampusnya yang sejak awal berdiri pada belasan tahun silam telah berupaya menyelaraskan antara jurusan dan program studi sesuai potensi-potensi yang ada di Bumi Tuntung Pandang.







