Di kesempatan yang sama, Manager PLN UPT Banjarbaru Akhmad Fauzan mengatakan bahwa kehadiran seorang jurnalis senior dalam hal memberikan pengetahuan dan dasar-dasar menulis membantu tim komunikasi untuk dapat meningkatkan kemampuannya di kemudian hari.
“Kami harap teman-teman yang mengikuti mini course ini bisa meningkatkan kemampuan, skill komunikasi, sekaligus menjadi media perantara kepada masyarakat dan perusahaan, dan tentunya menjadi pionir dalam menyampaikan perjuangan PLN itu sendiri,” kata Fauzan.
BACA Juga: Alasan PLN Terapkan Smart Meter, untuk Akurasi Tagihan Listrik
Dalam mini course jurnalistik, peserta mendiskusikan dasar-dasar jurnalistik, cara penulisan siaran pers yang menarik dan bagaimana bentuk tulisan yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan pembacanya. Desy Arfianty selaku narasumber mengatakan sisi humanisme PLN dalam menghadirkan listrik yang andal bagi pelanggannya dapat dikemas menjadi sebuah cerita yang menarik dan inspiratif.
“Banyak sekali cerita mengenai jerih payah petugas PLN dalam menyediakan listrik di Kalimantan dengan tantangan yang begitu berat. Pengorbanan dalam memberikan terang inilah yang perlu sekali diketahui oleh publik,” ujar Desy.
Hal senada disampaikan Fivta Abidha, salah seorang Tim Komunikasi PLN sekaligus peserta dalam Mini Course Jurnalistik ini, bahwa kemampuan menulis siaran pers yang baik saat ini tengah dibutuhkan oleh perusahaan.
“Tim komunikasi dibentuk agar insan PLN mampu mengetahui setiap aktivitas pekerjaan PLN di lapangan, kemudian disampaikan kepada masyarakat dengan bentuk yang menarik, bahwa seperti inilah perjuangan PLN untuk menerangi pelosok negeri,” ucap Fivta.







