“Kita sudah memiliki tim, setiap malam jam 12. Bulan Ramadhan nanti akan kita laksanakan lagi, dan kita berikan ancaman sanksi tilang 2 bulan,” jelas Sabana.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina berharap pelaksanaan Ops Intan Tahun 2024 ini bisa terwujud dengan baik.
“Semoga ini berjalan dengan lancar. Dan bisa dilaksanakan di Kalsel khususnya di kota Banjarmasin,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga meminta kepada masyarakat agar bisa memiliki kesadaran dalam hal berlalu lintas.
“Sehingga umat muslim yang melaksanakan ibadah bulan ramadhan bisa aman dan khusu dan lebaran juga berjalan dengan lancar,” katanya.
“Mudah-mudahan bisa mewujudkan keselamatan lalu lintas seperti kecelakaan apalagi saat puncaknya jelang lebaran nanti, baik arus balik dan mudik,” ujar Wali Kota Banjarmasin.
Lebih lanjut, ia mengatakan, di setiap tahunnya pasti ada peningkatan jumlah pemudik. Sehingga pihaknya juga menekankan angka antisipasi di tempat-tempat transportasi angkutan mudik.
“Seperti jalur laut dan udara, karena itu memperlancar arus. Sehingga harus diantisipasi, karena permintaan tiket dimulai dari sekarang sudah mulai masyarakat yang memesan tiket, jadi nanti akan kita cek kesana (pelabuhan),” jelas Ibnu Sina.
Seiring peningkatan nantinya, Ibnu mengatakan bahwa pihaknya juga akan menyediakan posko terpadu yang akan didirikan.
“Semua pihak akan kita libatkan untuk mengisi posko tersebut, seperti kesehatan. Karena peningkatan arus cukup tinggi, terutama menjelang H-7,” pungkasnya.(Kalimantanlive.com/Ilham)
Editor : NMD







