Slametno juga menargetkan untuk ITS Mandiri ini agar dapat menjadi Universitas dan saat ini masih proses.
”Kami sudah koordinasi dengan tim konsultan untuk pembentukan perubahan dari institut ke universitas, jadi saat ini untuk pengajuan universitas itu lagi mengantri, tapi yang diperbolehkan untuk menjadi universitas adalah penggabungan dua perguruan tinggi,” jelasnya.
Ia menargetkan di bulan Agustus atau September statusnya sudah universitas, jadi di tahun ajaran baru sudah status Universitas Sapta Mandiri.
Selain itu, Slametno juga merencanakan menambahkan beberapa fakultas sebagai salah satu syarat untuk perubahan institut ke universitas, yaitu Fakultas Ekonomi (S1 Manajemen), Fakultas Hukum (S1 Hukum), Fakultas Teknik (S1 Teknik Sipil), Fakultas Kesehatan (D3 Gizi) dan Fakultas Pendidikan (S1 PGSD)
Sementara itu, Rektor ITS Mandiri, Abdul Hamid menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan akses pendidikan seluas-luasnya kepada masyarakat Balangan.
”Dengan adanya gedung ini, berarti menjawab pertanyaan dan juga sebagai wujud komitmen kami dalam hal pembangunan SDM Kabupaten Balangan,” kata Hamid.
Hal tersebut agar masyarakat Balangan tidak perlu lagi untuk keluar daerah dan Hamid mengatakan jika ITS Mandiri sudah berstatus institut, maka akan menjadi Universitas pertama yang ada di Hulu Sungai.
”Itu tentunya menjadi daya tarik baru, bahkan bukan hanya warga Balangan tapi juga bagi warga di sekitar Balangan dan Kabupaten-Kabupaten tetangga. Tentunya itu harapan kita bersama, yang jelas SDM meningkat,” pungkas Hamid. (Kalimantanlive.com/Kamil)
Editor : NMD







