KALIMANTANLIVE.COM – Awal puasa wajaib atau 1 Ramadan 1445 Hijriah di Indonesia tinggal menghitung hari lagi. Puasa Ramadan itu sendiri menurut ulama muda kharismatik Ustaz Adi Hidayat (UAH) esensi puasa Ramadan tidak hanya sebagai kewajiban umat Islam, tetapi sebagai seruan iman yang mendalam.
UAH menekankan bahwa ayat tentang puasa, yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, diwahyukan bukan pada bulan Ramadan, melainkan di bulan Syakban.
# Baca Juga :Selama Ramadan 1445 H, Pemkab Tabalong Fasilitasi Lapak Jualan Gratis bagi Pedagang
# Baca Juga :Selama Ramadan 1445 H, Pemprov Kalsel Keluarkan Edaran Kegiatan Belajar Mengajar, Bagini Isinya
# Baca Juga :Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan, Wali Kota Banjarmasin, TPID dan Forkopimda Turun ke Pasar
# Baca Juga :Sambut Ramadan 1445 H, Seluruh Pegawai Kanwil Kemenkumham Kalsel Munggahan Bersama
“Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumusiyam kama kutiba alalladzina min qoblikum la’allakum tattaquun,” ujar UAH, mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
Dalam unggahan video di akun Youtubenya tersebut, UAH menegaskan bahwa kalimat pembuka “ya ayyuhalladzina amanu” adalah seruan bagi setiap muslim untuk membuktikan keimanannya melalui ibadah puasa.
“Ini adalah panggilan untuk semua muslim, tanpa memandang status sosial atau tingkat keimanan, untuk menghadapi Ramadan dengan persiapan spiritual yang matang,” jelas pendakwah lulusan Kuliyya Dakwah Islamiyyah, Tripoli, Libya tersebut.
Menurut Ustaz Adi, puasa Ramadan adalah waktu untuk meningkatkan kesadaran beragama dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga momen untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah,” tambahnya.










