Kenapa Awal Ramadan 1445 H Beda, Tapi Hari Raya Idulfitri 2024 Sama? Ini Penjelasannya

KALIMANTANLIVE.COM – Penentuan 1 Ramadhan 2024 atau 1 Syawal 1454 Hijriah versi pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan An-Nadzir mengalami perbedaan. Hal ini lantas membuat masyarakat Indonesia harus memastikan tanggal penetapan pemerintah maupun masing-masing organisasi Islam.

Namun, ada kabar menggembirakan pasalnya ada kemungkinan lebaran Idulfitri 1445 Hijriah bisa sama. Bagaimana ini bisa terjadi?

# Baca Juga :Hilal Ramadan di Kalsel Tak Terlihat, Kanwil Kemenag Kalsel: Tunggu Pengumuman Resmi Menteri Agama

# Baca Juga :Ustaz Adi Hidayat Ungkap Esensi Puasa Ramadan sebagai Panggilan Keimanan

# Baca Juga :Selama Ramadan 1445 H, Pemkab Tabalong Fasilitasi Lapak Jualan Gratis bagi Pedagang

# Baca Juga :Selama Ramadan 1445 H, Pemprov Kalsel Keluarkan Edaran Kegiatan Belajar Mengajar, Bagini Isinya

Seperti diketahui, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar Sidang Isbat pada Minggu (10/3/2024) kemarin, di Jakarta, untuk memutuskan 1 Ramadhan 1445 H.

Berdasarkan kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), tanggal 29 Syaban 1445 H atau Minggu (10/3/2024), posisi hilal seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi syarat kriteria minimum tinggi hilal 3° dan elongasi 6,4°.

Hasil rukyat pada tanggal 10 Maret 2024 menunjukkan tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia antara -0,33° hingga 0,83°. Elongasinya antara 2,26°-2,59°. Alhasil, secara hisab 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Selasa (12/3/2024).

Senada dengan pemerintah, organisasi masyarakat (ormas) Islam Nahdlatul Ulama (NU) juga menetapkan 1 Ramadhan 1445 H pada hari yang sama.

Di lain sisi, ormas Islam Muhammadiyah sudah membuat keputusan terkait awal puasa Ramadan 1445 Hijriah, yakni Senin (11/3/2024).