KALIMANTANLIVE.COM – Lamanya waktu berpuasa di bulan suci Ramadan dapat berbeda-beda tergantung lokasi dan waktunya dalam setahun, sehingga mengakibatkan perbedaan waktu berbuka puasa di seluruh dunia.
Di negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa, periode puasa cenderung lebih singkat karena durasi siang hari yang lebih konsisten sepanjang tahun.
# Baca Juga :Sajikan Makanan Khas Banjar, Pasar Wadai Ramadan 1445 H Gedung Susu Diserbu Pembeli
# Baca Juga :Pasar Wadai Ramadan 1445 H Kota Banjarmasin Resmi Dibuka, Pemko Sediakan 130 Stand
# Baca Juga :Pasar Ramadan 1445 H Diikuti 115 UMKM, Disperindag Balangan Harapkan Tahun Depan Lebih Meriah
# Baca Juga :Resmi Buka Pasar Ramadan 1445 H, Bupati Balangan: Keluar Kue yang Tidak Ada Dibulan-bulan Biasanya
Perbedaan waktu tersebut dikarenakan rotasi yang terjadi pada bumi. Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya. Dan akibat pergerakan pada sumbu tersebut setiap daerah di bumi mengalami siang dan malam, walaupun dengan panjang siang dan malam yang bisa berbeda-beda. Itulah mengapa, perbedaan waktu bisa terjadi pada setiap negara dan tentunya durasi pada puasa juga memiliki perbedaan.
Di beberapa negara ada yang memiliki waktu siang hari lebih panjang dari pada malam hari, dan ada juga yang memiliki waktu siang hari lebih cepat dari malam hari. Tentunya hal tersebut sangat mempengaruhi waktu dalam berpuasa. Ada negara yang memiliki waktu puasa tercepat dan ada negara yang memiliki waktu puasa terlama. Untuk itu, dilansir dari berbagai sumber, inilah 7 negara dengan durasi puasa terlama, hingga 22 jam.








