JAKARTA, Kalimantanlive.com – DPRD Kalimantan Selatan minta Kementerian Perhubungan segera menerapkan Jembatan Timbang Online (JTO) serta Teknologi WIM (Weight In Motion) di setiap jembatan timbang yang ada Kalsel.
Penerapan JTO dan teknologi WIM diharapkan dapat menormaliasi angkutan Over Dimension dan Overload (ODOL) sebagai langkah menekan angka kecelakaan lalu lintas, sekaligus mengantisipasi kerusakan jalan akibat kendaraan kelebihan muatan.
BACA JUGA:
Pantau CSR dan Reklamasi Pascatambang, Komisi III DPRD Kalsel Minta Adaro juga Perhatikan Daerah HSU
“Di Tabalong kan saat ini sedang dibangun jembatannya, nanti akan kita adopsi sistem itu,” kata Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Sahrujani, saat, kaji banding ke Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Jumat (15/3/2024) pagi.
Teknologi WIM merupakan metode terbaru pengukuran atau penimbangan kendaraan yang selama ini dilakukan secara statis melalui jembatan timbang di Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Cara Kerja WIM memungkinkan pengukuran berat kendaraan secara efisien dan akurat tanpa mengganggu lalu lintas. Manfaatnya mencakup peningkatan keamanan jalan, pengawasan pemeliharaan kendaraan, dan penegakan hukum yang lebih efektif.
Dengan perkembangan teknologi ini, industri transportasi dan logistik dapat beroperasi lebih efisien dan aman.
Pemprov dan DPRD Kalsel selama ini terus berupaya dalam menormaliasi angkutan Over Dimension dan Overload (ODOL) sebagai langkah menekan angka kecelakaan lalu lintas, sekaligus mengantisipasi kerusakan jalan akibat kendaraan kelebihan muatan.







