Sebelumnya pada Sabtu malam warga Batakan melakukan pembacaan Burdah di pantai setempat. Ini salah satu upaya untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT agar korban tenggelam dapat segera ditemukan.
Kedua orangtua korban yaitu Muhammad Aplah Maula dan istri (Sumiyati) juga masih bertahan di Pantai Batakan. Keduanya didampingi kerabat menginap di tenda yang didirikan di pesisir pantai.
Pengelola Pantai Batakan Baru, Hasanul, menuturkan lokasi korban tenggelam yakni dekat landmark Pantai Batakan Baru. “Sudah kami tandai dengan meletakkan bangku di pesisir pantai. Tegak lurus pada titik itulah lokasi tenggelamnya sekitar beberapa puluh meter dari pesisir,” sebutnya.
Kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi
Editor: elpian







